Ikuti Ayo Onam, Bupati Kampar Ziarahi 15 Makam, Tutup dengan Salat Berjamaah dan Makan Bajambau

beritatuan.com, Bangkinang – Tradisi ziarah kubur dalam rangka Hari Raya Enam atau yang dikenal dengan Ayo Onam berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Kecamatan Bangkinang. Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut bersama berbagai unsur pemerintahan, Sabtu (28/3).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, AP., M.Si, serta Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Kehadiran para pejabat daerah ini semakin menambah semarak dan makna dalam pelaksanaan tradisi tahunan tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan, Bupati Kampar bersama rombongan yang terdiri dari Penjabat Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si, Forkopimda, serta para kepala OPD, mengunjungi sekitar 15 lokasi pemakaman yang tersebar di wilayah Kecamatan Bangkinang. Uniknya, kegiatan ziarah dilakukan dengan berjalan kaki sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi.

Rangkaian ziarah kemudian ditutup di Masjid Al- Mujahidin Dusun Uwai, di mana seluruh rombongan melaksanakan salat berjamaah dan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan silaturahmi antar masyarakat dan pemerintah.

Dalam arahannya, Sekda Provinsi Riau menyampaikan bahwa momentum Ayo Onam bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, khususnya bagi masyarakat perantau yang kembali ke kampung halaman.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Khalik. Ziarah kubur ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Di sisi lain, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam perayaan Ayo Onam merupakan pengalaman pertamanya. Ia menilai bahwa perayaan Idulfitri terasa belum lengkap tanpa mengikuti tradisi tersebut.

“Kampar bukan daerah yang asing bagi kami. Sebagian besar masyarakat Pekanbaru memiliki keterkaitan erat dengan Kabupaten Kampar,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru juga menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk pembangunan masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah tersebut.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bangkinang, H. Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Ayo Onam dengan penuh semangat dan kebersamaan. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat silaturahmi antar masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar serta unsur Forkopimda Kampar.

Tradisi Ayo Onam sendiri menjadi salah satu warisan budaya religius masyarakat Kampar yang hingga kini tetap terjaga, sebagai simbol kuatnya nilai kebersamaan, spiritualitas, dan penghormatan kepada para leluhur.